You are currently browsing the daily archive for February 22, 2008.

Ah… kayaknya posting saya kali ini benar-benar basi deh… kayak yang sudah-sudah nggak basi saja.. Tetapi, sungguh, kali ini saya benar-benar ingin sekedar menceritakan masalah kejahilan anak-anak (baca: teman sebangku) saya yang entah kenapa, dibilang sering jahil juga tidak, tetapi dibilang tidak jahil juga jahilnya lumayan lah!:lol: Ya, namanya juga anak muda, ada-ada saja yang mereka perbuat untuk sekedar menunjukkan kedekatan mereka terhadap teman-teman mereka. Begitu kata buku yang saya baca waktu saya mencari-cari ada apakah di balik kejahilan teman-teman saya. Memang benar sih, untuk menunjukkan kedekatan. Dan memang terbukti, kita-kita (maksudnya, saya dan anak-anak) jarang sekali bertengkar, kalau selisih paham mah, tiap hari juga begitu… ^_^ Nah, yang membuat saya tidak habis piker adalah… kenapa harus saya yang dijadikan bahan bercandaan? Ada apa dengan saya? Apakah karena saya begitu mempesonanya sehingga anak-anak demen ngerjain saya? à narcis gear Enabled… Ah.. jadi nggak habis pikir! Kata beberapa orang yang sering saya curhatin nggak berguna masalah ini sih, beberapa alasan utama kenapa mereka suka ngerjain saya karena:                                                                                                                           

  1. Saya nggak bisa bercanda! Bukan nggak bisa begitu, saya pun bukan seorang yang terlalu serius dan kaku soalnya saya sering juga dinjek-injek. Bisa juga sih saya bercanda, Cuma nanti bercandanya terlampau garing atau… malah terlampau guyonan sarkastis..

 

  1. Saya yang paling muda di antara anak-anak. Yang paling tua sih, memang Fanani, yang duduk di belakang Debby Gotek. Terus, baru Akira, dan Debby. Yang paling muda, ya saya! Mana lahirnya saya juga sehari sebelum HUT RI, malah semakin asyik saya digodain…

 

  1. Saya kebablas ngefans sama Hatake Kakashi atau apapun yang berbau Naruto. Tiap kali kita ada kesempatan ngobrol, dan pas waktu saya kebagian jatah ngomong, saya pasti sempat sempatnya bicara masalah Naruto, entah itu manganya, atau animenya, atau juga anime Naruto di Global TV yang sampai bosan dilihat juga diulang-ulangi melulu…

 

  1. Saya demen coret-coret. Di manapun, apakah itu meja, tembok (jujur, di skul, karena ada poin-poin aneh, saya belum sempat ikut coret-coret tembok skul), buku pelajaran, notes, kertas oret-oret matematika, buku tulis, apapun itu pokoknya ada di deket saya, pasti akan saya coret-coret. Mana gitu, gambarnya nggak bisa bagus juga! Pasti aneh!

 

  1. Kalau saya ngomong, kecepatannya seperti kecepatan cahaya dan volumenya memang notabene lebih keras daripada anak-anak kalau bicara.

 Weh… ternyata, saya begitu anehnya di mata anak-anak! Sampai-sampai, saya nggak menyadarinya. Ehm.. sebab-sebab anak-anak suka menjahili saya sudah ada, tinggal sekarang, kejahilan apa yang biasanya dilakukan anak-anak ke saya.. 

  1. Pencerahan mendadak. Saya memang kurang suka sesuatu yang terlalu bercahaya, bisa juga dibilang, saya adalah kelelawar.. :mrgreen: Makanya, kalau Crazy Gear saya Enabled state, Fanani, yang duduk di belakang Debby Gotek, bakalan membuka gorden hijau di sebelahnya supaya cahaya matahari bisa masuk dengan bebasnya.. dan saya pun jadi “normal” kembali… Uh.. pakai mulut juga bisa, kenapa harus buka gorden sih??!! à Jeritan Hati…

 

  1. “ Gambar lu aneh, deh! Nggak proporsional banget!”. Uh… itu yang kira-kira terlontar dari mulut anak-anak saat saya menggambar sesuatu yang eksotis…Ah… apakah mereka nggak bisa menghargai seni yang sesungguhnya?

 

  1. Bilang sindiran yang pakai majas sinisme. Yang ini, amat sangat sering dilakukan. Seperti, kalau saya lagi asyik menyalin kerjaan tugas TIK yang masih agak berantakan di waktu PKN (maklumlah, anak SMA!! Wajar kalo PR masih suka dibetulin waktu pelajaran! :mrgreen: ), anak-anak akan bilang begini, “Debby, jangan kerjakan tugas TIK di waktu PKN!”à karena Debby Gotek duduk sebelah saya, makanya anak-anak nyindirnya begitu! UH!! Padahal, kalau mereka dalam posisi kayak saya juga nggak bakal mau digituin!

 

  1. Bilang, “Lucu, By?” atau “Lucu, Fan?”, terus dijawab, “ Nggak blas! (Bahasa Jawa untuk nggak lucu sama sekali). Ini juga sering. Terlebih kalau saya coba bikin jokes yang memang nggak selucu anak-anak yang bikin jokes. Tetapi, itu agak menusuk hati saya lho! Juju raja ya, tetapi.. sedikit banyak agak menyinggung, euy!

 

  1. Bilang, “Lo elo, gue gue. Muke lo, pantat gue,”. Sarkastis? Agak sih! Tetapi, emang itu yang anak-anak bilang kalau saya lagi mencoba-coba mempengaruhi mereka ikutan bikin blog ataupun ikutan masuk forum…

 Agaknya, kali ini saya seperti mengadukan sesuatu yang sebenarnya nggak perlu diadukan! Tetapi, kan memang fungsi blog begitu… *digaplok blogger lainnya*. Well, apapun mereka, apapun yang mereka bilang, merekalah teman-teman saya sekarang! Teman kok saling benci-bencian sih? :mrgreen:

Hari Selasa kemarin, waktu jam pelajaran Bahasa China yang dianggap menyebalkan dan gurunya pun kelihatan lucu, kebetulan Sang Laotse (guru di Bahasa China) ngaret, saat itu anak-anak mulai bikin ramai. Ada yang main hape, dengerin mp3, ngegosip, mengerjakan PR dari buku saya atau buku anak lain, juga ada yang makan dan nyanyi-nyanyi seenak udel. 
Saya? Ho.. pastinya, ikut ramai seperti anak-anak! Wajar lah, saya juga hanya manusia biasa dengan seabrek karunia nyeleneh yang juga tidak bisa untuk menyerap pelajaran saat-saat sekitar saya amat berisik. Maka, saya pun ikut mengobrol dengan anak-anak, Fanani, Akira dan Gotek.  
Waktu berjalan dengan lambat, dan lalu Fanani mencetuskan suatu ide gila. Tahukah kamu, apa itu? Main ular tangga. Ular tangga! Yang dimainkan sama anak-anak TK itu! Well, karena merasa tidak keren, maka Akira memutuskan untuk pindah ke sebelah Jehan, anak baru yang lumayan mirip sama Mike Idol. 
OK, kembali lagi ke tiga orang sarap. Hm.. karena kita tidak ada yang membawa ular tangga, maka kita putuskan untuk mebuatnya sendiri. Tugas pun terbagi-bagi dengan sendirinya: 
Þ    Hanabi (Saya sendiri)à merelakan lembar tengah buku Bahasa China untuk dibuat papan ular tangga dan sekaligus bikin garis-garis ular tangga pakai pensil sebanyak 80 kotakà dikorupsi 20 kotak dari ukuran standar ular tangga internasional :D  
Þ    Gotekà mendoakan biar main ular tangganya biar dia yang menang duluan. (lho?). bikin dadu yang Cuma bisa dilihat 4 angka, dan buat gaconya ular tangga. 
Þ    Fananià finishing papan ular tangga, bikin nomor, kotak Start dan Finish, ular dan tangga yang hampir tidak ada bedanya, kecuali satu bintik mata yang menandakan gambarnya itu adalah ular. Menyempurnakan dadu 4 angka bikinan Gotek, dan ikutan buat gaco. 
Lalu, permainan siap dimulai. Yang main Cuma Gotek dan Fanani, saya berjaga-jaga kalau tiba-tiba nanti ada gurunya datangà bohong :p. Permainan dimulai, dengan suit yang dimenangkan oleh Fanani, dan posisi Akira yang berganti orang jadi Rean, yang biasanya duduk sebelah Titis.  
Dadu dilempar, dan… yang muncul Cuma angka 2… :D .Saya pun keberatan, dan hampir teriak-teriak curang soalnya memang menyalahi peraturan yang saya biasa mainkan, kalau dapat 6 baru boleh jalan. Lalu, Fanani pun menyanggah peraturan saya dengan mengatakan kalau ular tangga yang ini berbeda dari yang saya biasa mainkan. 
Gotek lalu melempar dadu, yang keluar malah lebih kecil, satu titik saja! Haha…!Lalu, lemparan berikutnya, tidak juga kunjung bagus. Dan, saat Gotek melempar… dia dapat tangga! Fanani pun menggerutu kesal, tapi.. kan salah dia sendiri, kenapa tadi bikin tangganya ditaruh di kotak itu??!! :D Malahan, Fanani sempat melorot gara-gara ngelempar dan dapat ular. 
Setelah godaan Akira yang bilang kalau penghapus tak bertuan yang dipakai dadu dan gaco ular tangga itu punya Erin yang ternyata tidak terbukti (bahkan Erin pun menyangkalnya dengan segera setelah Akira menggoda Gotek), naik-naik beberapa kali, kena ular dan melorot jauh (Gotek melorot dari angka 90-an ke 70), Fanani yang kena gusur gaconya Gotek, Gotek yang gak masuk-masuk ke kotak Finish padahal dari tadi sudah nangkring di angka 98-an, akhirnya… pemenang main ular tangga gila-gilaan babak satu ini adalah… Debby Gotek!! Doanya yang di awal sebelum main tadi benar-benar manjur, kawan! Dan memang terbukti, Gotek yang menang!! Hidup Gotek!! à euphoria semu seorang teman sebangku.. :mrgreen:  
Oh.. akhirnya sang guru dating! Akira dan Rean pun kembali ke tempat semula, tetapi permainan ular tangga masih berjalan. Kali ini, Akira pun bahkan ikutan main! Katanya, mumpung gurunya belum ke bangku saya ngecek PR anak-anak, jadi tidak masalah main duluan! :D
Well, saat permainan berjalan beberapa menit, Gurunya pun berpindah tempat ke depan saya!! Permainan pun terpaksa dihentikan. Dadu dibereskan, gaco-gaconya pun dibuang, buku PR diletakkan di atas meja, dan papan ular tangganya pun masih saya simpan yang rencana semula akan saya post bersama post ular tangga ini. 
Ahaha… saya menyesal kenapa nggak ikutan main. Ternyata, seru juga! Fu.. saya berharap besok-besok kalau ada jam kosong lagi kita mainan halma gila-gilaan yang papannya nanti dibuat sama Akira… ^_^ :D
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.